Taman Hati

Mengapa taman hati urung jua menghijau?
Daun-daun meranggas ranting-ranting patah.

Dimusim hujan gemercik air menyiram luluh semua petaka jiwa.
Menghempas segala debu hitam yang mengungkung diri.
Tapi musim ditaman hati belum jua berganti.
Seperti kota mati tak berpenghuni.

Mungkin kuharus rebah khusyuk merenungi diri.
“Mengapa taman hatiku mati?”
Karena bukan kerena tersakiti pedih sakit hati patah hati
Tapi seperti ada unsur Ilahi tak Ridhoi laku di diri

KZ 2011-12-??

Iklan

7 tanggapan untuk “Taman Hati

  1. ane udh baca artikelnya gan, ijin meninggalkan jejak 🙂

    Suka

  2. taman hati mati? waa harus jatuh cinta

    Suka

    1. Haha postingan eMPe ini 😀

      Suka

    1. boleh boleh makasih gan udah berkunjung

      Suka

Mangga dikantun komentarna.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close