Diposkan pada Uncategorized

Membuat Pecandu Rokok ‘Menyerah’

Perokok itu bisa dikatakan tak peduli dengan kesehatan dan baru sadar apabila telah terjangkit suatu penyakit baru merenghek tidak mau merokok lagi, tapi niat berhenti rokok itu hanya ketika saat sedang sakit, ketika sembuh dari sakit? Ah lanjutGan!

Jadi meskipun beribu macam penyakit diancamkan takkan berpengaruh besar untuk mengurangi jumlah perokok. Saat ini, kondisi saat ini antara pendapatan dan pengeluaran untuk kebutuhan sudah gak wajar, pendapatan seribu tapi pengeluaran untuk kebutuhan membutuhkan sepuluh ribu, beneran kok.
Dan disaat seperti ini tak sedikit daripada mereka para pecandu rokok pada manyun gak karuan ha ha ha yang biasanya merokok Marioboro jadi pada turun pangkat Bo’ pindah ke DjarCok wkwkwk dan tak sedikit pula yang memutuskan untuk mengurangi kebiasaan Ngepul (merokok) dan pada akhirnya saya, anda dan kita semua dapat melihat dan memahami bahwa betapa besarnya pengaruh mahalnya harga rokok untuk mengurangi jumlah perokok.
Para perokok lebih khawatir akan mahalnya harga rokok ketimbang mengkhawatirkan kesehatan dan menyadari betapa mahalnya harga dari sebuah kesehatan.

Jadi menurut saya pribadi dan seperti yang telah dikutip awal bahwa, ancaman kesehatan dan ancaman beribu penyakit bukanlah cara jitu untuk mengurangi jumlah perokok, dan menurut saya cara jitu untuk mengurangi Jumlah Pecandu Rokok adalah dengan cara MENAIKAN HARGA ROKOK semahal-mahalnya sampai para perokok berkata “Amit-amit najis dah gak mau lagi beli rokok”. Kapok, kapok, kapok merokok bukan karena penyakit tapi kapok karena terjepit la la la jika sudah seperti ini mungkin sayapun mau tak mau harus berhenti merokok.
“Lah emang kamu sendiri perokok Zak?” | “Haha iya :D” | “Gubrak!!”

Demikianlah pembahasan mengenai rokok dari si Pecandu Rokok hehehe šŸ˜›

KZ

Iklan

Penulis:

hmm...

3 tanggapan untuk “Membuat Pecandu Rokok ‘Menyerah’

  1. Saya pernah mendengar satu berita di suatu negara bahwa harga rokok itu sangat tingi karena memang sengaja dengan menaikkan pajak bagi para pedagang. dan perokok pun akan dikenai sanki jika merorok di tempat umum.

    gak kayak di indonesia, ya? bisa ngerokok seenak udelnya.
    ah biarlah, mati juga bisa datang kapan aja kok :p

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s