Diposkan pada Syair Kematian, Syair Lama

Berakhir Nista

Segala ketiadaan kini merengkuhmu

Jauh tercampakan dari
segala peradaban masa ke masa

Kini kau terbuang dari segala kemilau mewah
megahnya harta dan kuasa
yang telah membuatmu mongkok dan adidaya dipelataran singgasanamu.

Di gulungan ombak berbukit
terengah – engah nafas tersesak, gelap menyapa
Tebata-bata mengeja kalimat pengakuan dibatas akhir

Ingatkah?

Ketika dua orang lelaki
membawa mu’zizat
Beritakan ke Esa-an?
Lalu kau pongah berparas beringas

Mereka ibarat sepasang cencawan
Menerangkan dengan lantang
Menggetarkan para
penyihir campin bertipu
Kau berbuai dengan segala tingkah konyol

Lihatlah mereka berdua
yang didaktis Mengelon penuh lembut Beritakan keindahan bak keluwung di penghabisan hujan
Tapi kau murka mengundang celaka
membabi buta mereka
berdua dan kau mati dibelahan lautan bergelombang

Mungkin kau berasumsi
untuk menyalakan obor diatas kaldron merayakan pesta pora
Tapi sayang kisahmu berakhir nista
Begitu dramatis
Kini kau dapat melihat
dengan nyata berita mereka berdua
Di alam abadi seperti visiun tak berbatas

*Kisah Fir’aun šŸ˜€

ikut meramaikan Arisan Kata nya Bang Moes di Multiply.com

Iklan

Penulis:

hmm...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s