Diposkan pada Bait Puisi, Syair Cinta, Syair Musafir, Syair Patah, Uncategorized

Sepatah Sanjungku

• Mungkin kau belum membuka sederet coretan tinta di lipatan kertas putih itu.
Aku menyanjungmu patah-patah di setiap baris di deretan garis-garis hingga penaku berhenti menulis.
Lalu jemariku kembali mengelon penaku menuliskanmu hingga malam mengabarkan rembulan telah mendekat ke ufuk barat.
Aku menyanjungmu di setiap baris di deretan garis-garis hingga penaku berhenti menulis.

Fajar menyingsing gelap tersingkap
lalu kata-kataku menemui lelah aku tersungkur layu lalu penanya patah.
Patah menuliskan serangkai bait-bait kata-kata hati untukmu puisiku.
Tak lama …
Hinggap senyap ..
Aku terlelap mendekap selembar catatan berdarah.
Lalu jeda …

• Aku menyanjungmu patah-patah di setiap baris di derertan garis-garis hingga penaku berhenti menulis.

KANG ZAKI
Terjerat gundah
Senin 03/01/2012 Malam

Iklan

Penulis:

hmm...

Satu tanggapan untuk “Sepatah Sanjungku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s