Diposkan pada Syair Kematian, Syair Lama, Syair Musafir

Tentang Perjalanan

Sejengkal langkah yang terlewat adalah gugur.
Telah tercipta rias jejak meski terbilas tapi membekas menjelma menjadi kenangan yang sejatinya telah mati.
Lalu jiwa Kembali bersatu bersama waktu yang terasa dalam perjalanan umur yang kian terukur.
Menyusul mimpi ataukah umur terbentur dikubur sebelum kulit kendur

Berpaculah beradu cepat menunggangi kuda-kuda kehidupan.
Di depan ada perapatan jalan kau belokan arah tunggangan tentukan pilihan.
Tunggangan mereka melesat dari jauh telah tentukan pilihan ,tentang perempatan jalan akan kemana arah tujuan.
Kau masih di kurung bingung,linglung seperti lutung kasarung.
 
Sekali maju kau tak dapat mundur, jalan-jalan yang telah kau pijak telah tertutup rapat sisakan tapak tak berguna.
Kau tentukan pilihan atau kau berhenti di sini ?
Mati sebagai pecundang ?
 
Langkahkan kembali tunggangan, tentukan pilihan kau akan temukan akhir perjalanan di sini > [KUBUR]
 
KANG ZAKI

Iklan

Penulis:

hmm...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s