Diposkan pada Syair Cinta, Syair Musafir, Syair Rindu

Setapak Masa Lalu

Bahkan sebatas berdesispun namamu tak mampu lagi ku eja.
Kupikir aku telah tamat mengisahkan bahasa hati dalam berbagai suasana.
Mungkinkah kau tahu, kemana kini arah hati ini melaju?
Aku mungkin tak terjaga kala malam mengasingkan hela-hela nafas rasaku.
Hingga rasa berlari, hilang entah diterjang gelombang bak gulungan pepasir terpisahkan dari rombongan.

Kini biarkanlah malang melintang dimalam-malam persinggahanku.
Menertawakan hari-hariku yang sirna.
Mungkin takkan kunikmati lagi indah ketika sepasang mata hati menyaksikan indahnya bunga-bunga mekar merona.

Inilah malam.
Malam yang membuatku hanyut
tersapu desau angin berlalu
membawaku kepada jalan sunyi
jalan buntu setapak masa lalu
jalan-jalan yang bekas kita pijak dulu.

Dan..
Kini biarlah malam berjelaga mengais sepiku yang setia bersama mataku yang terkantuk-kantuk.

KANG ZAKI

Iklan

Penulis:

hmm...

Satu tanggapan untuk “Setapak Masa Lalu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s