Setapak Masa Lalu

Bahkan sebatas berdesispun
namamu tak mampu lagi ku eja.
Kupikir aku telah tamat
mengisahkan bahasa hati
dalam berbagai suasana.

Mungkinkah kau tahu
Kemana kini arah hati ini melaju?
Aku mungkin tak terjaga
kala malam mengasingkan
hela-hela nafas rasaku.
Hingga rasa berlari
hilang..
entah diterjang gelombang
bak gulungan pepasir
terpisahkan dari rombongan.

Kini biarkanlah malang melintang
dimalam-malam persinggahanku.
Menertawakan hari-hariku yang sirna.
Mungkin takkan kunikmati lagi
ketika sepasang mata hati
menyaksikan indahnya bunga-bunga mekar merona.

Inilah malam.
Malam yang membuatku hanyut
tersapu desau angin berlalu
membawaku kepada jalan sunyi
jalan buntu setapak masa lalu
jalan-jalan yang bekas kita pijak dulu.

Dan..
Kini biarlah malam berjelaga mengais sepiku yang setia bersama mataku yang terkantuk-kantuk.

KANG ZAKI

Iklan

Satu tanggapan untuk “Setapak Masa Lalu

  1. Lembur terus bro … ijin ninggalin jejak…

    Suka

Mangga dikantun komentarna.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close