Diposkan pada Syair Cinta, Syair Kematian, Syair Musafir

Hujan Tak Berkabar

Dibalik diamnya dia menyair
Dibalik geraknya dia membatin
Gagahnya tak patah kala dedaun itu layu
Semangatnya membara bak surya di waktu zuhur

Tubuhnya mewangi tertinggal di atas sajadah
Matanya perlahan tertutup
Dzikir-dzikirnya mulai patah-patah
Kemudian lelah lidahnya terhenti jiwanya terlelap

Ketika pagi aroma bumi bak kasturi
Kepak merpati melewati daun melati
Bersamaan dengan lengking kokok sijantan
Bibirnya tersenyum
Dibalik diamnya dia menyair dzikir

Ketika siang langit tak kelam
Adzannya berirama menantang
Jamaah zuhurpun bershaff rapi

Dan ..
Langit memancarkan kesejukan
Tetes demi tetes berjatuhan
Hujan di petang hujan tak didahului kabar

Dan ..
Jelang senja memerah
Lelaki bersorban itu terkabar telah berpulang

Iya-kah hujan tak berkabar itu tangisan langit sambutan?

KANG ZAKI

Iklan

Penulis:

hmm...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s